Happy Life Before 40s

Mimpi Besar Sejak Kecil

Lahir dan besar dari keluarga sederhana tidak membuat diriku kecil hati. Aku memiliki mimpi besar untuk memiliki perusahaan sendiri, keliling dunia dan tinggal di Australia atau Eropa sejak kecil. Ayah aku terkena PHK ketika krisis moneter sementara Ibu aku sendiri hanya Ibu rumah tangga. Waktu itu aku baru duduk di bangku sekolah dasar, aku belum paham istilah asuransi apalagi manfaat asuransi dalam melindungi keluarga kami. Saat itu Ayah Ibu juga masih tabu dengan dunia investasi meski kami tiga bersaudara mengerti bahwa Ayah Ibu ingin investasi terbaik untuk kami.

business competition ideabox indosat                                                          Presentasi di Business Competition 

Sejak SD aku sudah belajar berwirausaha dengan berjualan pernak-pernik hingga pulsa agar memiliki uang saku. Aku belajar dan bekerja keras hingga kuliah mendapatkan beasiswa dan sekarang dapat menjalankan perusahaan sendiri bersama suami. Menjadi seorang pekerja sepertinya bukan impian aku mengingat karyawan dapat di-PHK sewaktu-waktu, aku lebih memilih jalan entrepreneur. Iya, meski menjadi pengusaha juga memiliki resiko menjadi pailit tapi bagiku ini perjalanan yang menantang. Menjadi pengusaha memberikan kebebasan dalam berkarya dan memiliki penghasilan tak terbatas. Ternyata di tengah menjalani dunia usaha ini aku bertemu dengan suami di Business Competition.

Pindah Dan Melahirkan di Australia

Ibarat pucuk di cinta ulam pun tiba, aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan pindah ke negeri kangguru hingga melahirkan disana. Suami aku PR (Permanent Residence) Australia besar di Sydney dan seluruh keluarga kerja dan tinggal disana. Aku tidak pernah membayangkan satu lagi mimpi aku akan tercapai yaitu tinggal di Australia kala usiaku masih kepala 2.

annisa purbandari
                                                 Badan Bengkak Ketika Hamil Tagihan Pun Ikut Bengkak

Ketika mengetahui biaya melahirkan membengkak hampir A$ 10,000 karena harus menjalankan emergency c-section, baby aku cukup besar 4 kg dan posisi kepala berputar ke atas. Sempet nyesel juga andai saja aku dan suami sudah mengenal Commonwealth Life dari awal. Peristiwa ini menyadarkan aku betapa penting peran Asuransi Jiwa, bahwa tabungan saja tidak cukup. Meski Australia memberikan social security namun kami tetap memerlukan perlindungan finansial keluarga kecil kami.

Seluruh peristiwa tersebut mendorong aku untuk sedia payung sebelum hujan bagi sang buah hati di masa depan. Selain investasi dalam bisnis yang masih dikembangkan saat ini, kami juga mulai mempertimbangkan untuk menambahkan portofolio Unit Link Commonwealth Life dalam daftar to-do-list karena di samping memberikan nilai tambahan investasi juga terdapat added value proteksi.

Mimpi Keliling 4 Benua Sebelum Kepala 4

Satu lagi mimpi aku yang belum diwujudkan (dan semoga berhasil dicapai sebelum kepala 4, Amin) yaitu keliling dunia dengan mobil Winnebego (itu lho mobil caravan dengan dapur, tempat tidur dan toilet lengkap). Kami ingin sekali bisa parkir dan tinggal di pinggir pantai menikmati sunset dan sunrise setiap harinya.

Selama ini aku baru bisa menikmati indahnya pemandangan dari berbagai belahan dunia via kartu pos dulu melalui komunitas Postcrossing. Jumlah kartu pos yang aku koleksi sudah lebih dari 100 kartu pos.

postcrossing
                                               Koleksi kartu pos dari berbagai mancanegara

Perjalanan masih panjang dan masih banyak mimpi serta cita-cita yang ingin diraih. Semua kerja keras demi meraih impian akan semakin mantap dengan proteksi diri dan keluarga bersama Commonwealth Life.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

2 thoughts on “Happy Life Before 40s

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>