Ini Aplikasi Wajib Untuk Cari Handphone Hilang – Dan Mencegah Handphone Hilang !

Meski agak berat nulis ini karena baru seminggu kehilangan handphone (dan belum bisa move on), semoga melalui tulisan ini dapat membantu teman-teman untuk lebih waspada dan berhati-hati sebelum kejadian hilang seperti saya seperti sedia payung sebelum hujan.

Artikel ini khusus hanya membahas aplikasi Android saja (mohon maaf untuk Apple user).

Peringatan :
1. Pastikan handphone kamu tersambung (konek) dengan Google account
2. Pastikan ada paket data aktif dalam handphone kamu
3. Bila kamu baru sadar handphone hilang, tenang, jangan panik, jangan langsung telephone, tapi ikuti langkah dalam artikel berikut.

Wajar bila kita menjadi panik ketika menyadari bahwa handphone yang biasa kita bawa ke mana-mana tetiba hilang dari genggaman. Namun, kita tidak dapat berpikir jernih dan tenang saat panik sehingga ada baiknya tarik nafas, berdoa dan coba tenang dengan mengingat dimana terakhir meletakkannya.

Buka browser dan ketik Android Find dari Google website disini atau https://www.google.com/android/find kemudian login dengan akun Google kamu yang terhubung langsung dengan handphone kamu.

find my device Google

Setelah login kamu akan terkonek dengan handphone yang login menggunakan akun Google kamu. Bila batre handphone kamu masih ada dan koneksi internet handphone tersambung maka kamu dapat melihat lokasi dengan jelas dengan klik icon handphone pada sebelah kanan peta di atas. Kamu juga dapat melihat persentase power batre handphone kamu.

Pada bagian bawah handphone, terdapat 3 pilihan untuk menyalakan suara, mengamankan handphone dan terakhir menghapus data handphone. Opsi pertama Play Sound sangat disarankan untuk mendeteksi lokasi handphone karena bunyi handphone sangat keras (meski hp dalam silent mode) dibandingkan dengan menelvon langsung yang kemungkinan orang telah mengambil dan mematikan handphone.

Screen Shot 2018-11-24 at 14.55.53
Bila handphone kamu terdapat beberapa aplikasi perbankan atau data lainnya yang kamu rasa sangat penting dan pribadi, kamu dapat mengamankan seluruh isi handphone kamu dengan klik Secure Device. Kamu juga dapat mengunci layar handphone dengan menampilkan pesan bagi penemu handphone untuk menghubungi kamu.

Pilihan akhir ini bila kamu sudah pasrah dengan handphone kamu dan tidak ingin ada orang yang mengakses seluruh data di dalam handphone, satu-satunya jalan adalah dengan menghapus melalui klik Erase Device. Hanya saja perlu dicatat bahwa bila kamu melakukan ini maka kamu tidak dapat mengakses handphone kamu lagi karena sign out dari akun Google.

 

Screen Shot 2018-11-24 at 14.56.57

Sayangnya, saya baru kepikiran menggunakan Find My Device Google ini setelah 2-3 jam keliling mencari sehingga peluang handphone dicabut batre atau diformat ulang lebih tinggi dan lebih susah dicari. Semoga artikel ini bermanfaat ya :)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Belajar Coding Tanpa Pusing

Selama hampir sebulan terakhir ini aku jarang update social media dan juga blog, jujur aja bahkan megang hp untuk sekedar membaca dan membalas WA juga ga sempet. Lah jadi sibuk ngapain aja dong belakangan ini ? Aku belajar coding.

Semenjak awal mengenal dunia startup, dan punya ide membuat Student Job, aku selalu ingin belajar coding. Meski background kuliah bertolak belakang ya, tidak ada hubungan sama sekali dengan teknologi, tapi selama sekolah dulu memang suka dan sering ikut lomba matematika dan sains.

Lucunya, pekerjaan aku dari dulu tidak pernah terlepas dengan industri teknologi bahkan sampai menjadi digital analyst (otodidak belajar digital marketing sampai SEO-SEM), mulai ngeblog hingga kini fokus mendalami python.

Di lain sisi karena sedang ada waktu kosong (baby Al sudah besar sudah disapih juga) dan sebenarnya berencana ingin kembali sekolah ketika balik ke Aussie, maka muncul lah tekad bulat harus bisa coding setahun ke depan.

Dari dulu aku cari sumber belajar untuk belajar coding belum ada yang pas. Banyak banget tempat belajar online bahkan tempat kursus (sampai jaminan kerja bayar puluhan juta) sekarang berjamuran dimana-mana tapi ya tetap saja rasanya belum ada yang pas di hati dan di kantong ya.

learn code the hard way zed shaw

 

Nah, sampai suatu hari baca artikel yang me-review tempat belajar coding yang direkomendasikan muncul LCTHW (Learn Code The Hard Way) dengan bahasa lugas, tegas, apa adanya tanpa sengaja di haluskan atau dibuat-buat membuat aku sangat cepat mengerti bahkan ketagihan sampai tidak bisa tidur bila belum selesai.

LCTHW ditulis oleh Zed Shaw lengkap dengan latihan (praktek inti belajar coding), video bahkan email support dan juga terdapat forum diskusi bila mengalami kesulitan. Jujur aja, aku menyelesaikan LPTHW (Learn Python The Hard Way) dalam waktu sekitar 3 minggu (dari pagi sampai malam bisa lebih dari 12 jam sehari termasuk sabtu dan mingu). Dari 0 yang ga tau apa-apa sama sekali (bahkan pakai linux dan install python aja ga ngerti sama sekali) sampai sekarang hampir sebulan buat proyek POS.

Zed Shaw juga menulis banyak buku lainnya selain python, seperti C, Javascript, SQL, Ruby dll. Aku sendiri merekomendasi sebagai pemula untuk belajar Python karena bahasanya yang simpel, sederhana dan mudah dipahami seperti bahasa tulisan sehari-hari biasanya. Biaya yang harus dikeluarkan sebesar $29.99 (atau hampir Rp 500.000) dengan garansi 60 hari uang kembali bila tidak suka dan dijamin kamu pasti akan ketagihan coding.

Harga yang diberandol sebesar itu cukup terjangkau dengan kualitas konten dan gaya mengajar yang berbeda dari biasanya. Sesuai dengan judulnya “Hard Way” terkadang cara sulit merupakan jalan mudah untuk memahami hal baru bukan sebaliknya.

Bila kamu ingin mencoba belajar coding tanpa pusing, silahkan coba akses berikut ini : https://learncodethehardway.org/

Tidak perlu takut bukan dari jurusan IT atau tidak memiliki latar belakang IT. Selama kita percaya diri sendiri, tahan banting dan sabar kuncinya pasti bisa belajar coding.

 

Happy coding :)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Perpanjang Passport Via Online

Seminggu terakhir ini saya baru saja mengurus perpanjangan passport. Setelah coba browsing bagaimana sistem dan mekanisme perpanjangan passport, saya menemukan bahwa sekarang kita sudah bisa mengurus passport via online (uhmm, penasaran juga apa bener pemerintahan Indonesia jadi semakin canggih dan rapih). Monggo cek perjalanan saya di bawah ini.

Pertama saya mendaftar dan membuat akun via website Direktorat Jenderal Imigrasi di https://antrian.imigrasi.go.id/ klik Pendaftaran pada bagian kanan bawah. Perlu diperhatikan pada saat mendaftar atau pernah mendaftar tapi lupa kata sandi silahkan cek pada spam atau junk email karena email tidak langsung masuk pada primary inbox.

imigrasi buat pasport online

Begitu berhasil masuk akun langsung muncul tampilan seperti di bawah ini yaitu daftar pilihan kantor imigrasi di seluruh Indonesia (yes, this is super insufficient part so annoying). Semakin ribet dan nyusahin karena tidak ada pilihan kota langsung atau ketik di kotak search. Daftar kota / provinsi juga tidak berdasarkan urutan alfabet atau dari barat ke timur Indonesia jadi harus dilihat satu persatu.

imigrasi buat pasport online

Setelah memilih cabang imigrasi mana yang akan didatangi, akan muncul pilihan hari dan waktu pagi / siang untuk dipilih. Setiap akun / orang dapat membuat sampai 5 jumlah pemohon. Kemudian akan diminta nama lengkap serta nomor identitas diri untuk dilengkapi.

pembuatan passport online
Bila sudah selesai, akan muncul kode antrian pada tab “Daftar Pemohonan” di sebelah kiri. Klik nomor antrian dengan button berwarna biru untuk mendapatkan scan QR code yang kemudian bisa di print atau diperlihatkan via gadget pada saat ke kantor imigrasi.

imigrasi buat pasport online
Untuk perpanjang passport cukup membawa :
1. KTP
2. Passport lama
(fotokopi 1x masing-masing bisa di kantor imigrasi Rp 500
catatan untuk KTP jangan dipotong tapi seukuran kertas A4 saja fotocopy-nya)

Perlu diperhatikan bahwa kode antrian ini TIDAK menjadi bahwa kita akan langsung interview pada jam terjadwal TAPI hanya menjamin bahwa kita akan mendapatkan kuota antrian (dalam sehari imigrasi Jakarta Selatan berdasarkan info petugas imigrasi hanya menerima sampai 520 pemohon setiap harinya). Jadi meski kita seolah ditulis dapat jam 10:00 – 11:00 tetap saja kita akan ikut mengantri sesuai nomor urut pada saat datang (fyi, saya sampai 2 jam menunggu untung bawa laptop bisa sambil kerja). Bila sampai jam 12 siang belum dipanggil tenang saja karena antrian terus berjalan karena tidak ada jam istirahat petugas (curhatan petugas yang saya tanyain). Meski sudah lama nunggu tetap ramah dan senyum ya karena para petugas imigrasi sudah berusaha melayani dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat :)

Oiya bila passport ingin cepat selesai bisa langsung melunasi biaya sebesar Rp 655.000 di kantor BRI lantai bawah (bisa via atm tapi ribet cari infonya malesin) dan passport dapat diambil minimal 7 hari kerja setelah pembayaran diterima.

Anyway ini untuk biaya epassport kalau untuk passport biasa setengah harga.
bukti bayar passport

Tips untuk mengantri imigrasi :
1. Siapkan ipod / laptop / pad (lagu atau bahkan film durasi 1jam)
2. Ambil nomor antrian kemudian sarapan atau makan siang dulu 30-45 menit biar ga terlalu bosan
3. Sabar, sabar dan senyum kepada petugas :)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Happy Wife, Happy Life !

Meski hari perempuan internasional sudah lewat pada 8 Maret bulan lalu, membahas topik seputar perempuan memang tiada habisnya. Menjalankan peran ganda sebagai seorang istri, ibu dan entrepreneur sangatlah menantang bagi aku. Makna kata ‘wife‘ dalam bahasa Inggris sendiri merupakan singkatan dari ‘Women in Life‘. Itulah mengapa perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu keluarga.

start up couple annisa sidnei
Aku dan suami sama-sama menjalankan startup

Pilihan gaya hidup aku dan suami bisa dikatakan cukup unik dibandingkan dengan keluarga ‘normal’ lainnya di ibu kota jakarta. Rata-rata pasangan muda mulai membeli rumah serta mobil dan lainnya sementara kita lebih memilih untuk tinggal di apartemen dekat dengan kantor dengan alternative ojek online tanpa kendaraan pribadi dengan alasan kita tidak ingin ada hutang dulu sementara fokus menjalankan bisnis.

Risky ? Pastinya. Tapi apa makna hidup ini bila hanya dijalankan begitu saja tanpa adanya tantangan bukan. Kita berdua menjalankan usaha di bidang digital atau istilah keren millennial jaman sekarang startup. Kedengarannya sih fancy tapi dibalik layar sungguh perjuangan menjalankannya.

alvaro budiman sidnei
                                               Baby Al bermain di Darling Harbour 

 Pada tahun 2017 kemarin aku baru saja mendapatkan visa PR (Permanent Residence) Australia sehingga aku dan keluarga akhirnya sudah bisa bolak-balik (anak justru citizen OZ) yeah ! Hal ini menjawab pertanyaan beberapa akhir ini antara stay di Sydney atau bolak-balik sementara menjalankan bisnis. Aku sendiri ingin prioritas membesarkan Al terutama setelah tahun pertama melewatkan banyak moment karena sibuk fokus bekerja.

ibu anak bonding time annisa alvaro
                                    Aku tidak ingin melewatkan masa golden age baby Al

Semakin galau dan ga mau balik ke Jakarta karena biaya hidup di sini lebih murah dan sehat. Bahkan homeless aja makan steak lho disana (beneran!). Belum ditambah harga strawberry sekotak cuma 99 cent (10ribuan aja). Serta lingkungan kondusif mendukung gaya hidup sehat tiap hari jalan kaki ke stasiun keliling kota bisa sampai 5 km.

keluarga annisa purbandari sidnei budiman alvaro
                        Bersantai di taman di Sydney

Memiliki anak mengubah seluruh hidupku, hidup suamiku dan seluruh keluargaku. Kehadiran si kecil memberikan keceriaan tersendiri hingga aku rela mengorbankan apa saja demi kesehatan dan kebahagiaannya. Ketika hamil, beratku naik hampir 25 kg (dari kepala 6 ke kepala 8) dan pasca melahirkan (emergency c-section karena bayi Al besar banget 4kg) beratku tidak banyak turun. Apalagi demi ASI eksklusif, selama 1.5 tahun pertama aku tidak mengontrol pola makan dan olahraga. Ditambah lagi mengejar deadline kerja, meeting, presentasi dan sebagainya alhasil beratku hampir sama kaya waktu hamil !

alvaro budiman sidnei
                                                      Happy Baby, Happy Mom, Happy Family

Ketika mendapat PR Oz ini menjadi momen aku untuk break dan fokus kepada diri dan Al. Aku menyadari untuk memiliki healthy relationship harus dimulai dari diri sendiri untuk mulai hidup sehat secara fisik, mental, spiritual. Mulai kembali hidup sehat, makan sehat, tidur cukup, serta olahraga (minimal gerak badan ya secara di Jakarta kalau macet ya ngojek ga ada jalan kaki). Alhamdulillah 1 bulan pertama di Oz berat aku turun 10kg. Yeay !

annisa purbandari alvaro ibu anak bonding time
             Kemana pun kamu melangkah, aku akan selalu disisimu mendukungmu, Nak.

Meski belum bisa move one dari Oz dan sementara waktu aku stay di Jakarta dengan suami menjalankan bisnis, aku memilih untuk melanjutkan hidup bahagia (lebih susah dan mahal ya secara biaya hidup di Jakarta lebih mahal apalagi gaya hidup sehat).

Aku menyadari bagaimana mood dan keputusan aku akan memiliki pengaruh significant kepada keluarga kecil aku sehingga penting untuk terus menjalankan dan mencintai kehidupan ini dengan cara sederhana. So whatever happens, I choose happiness :)

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

My Best 16 Moments in 2016

Welcome 2017 ! I can hardly say goodbye to 2016, which is full of joy and happiness. So, here I summarise what is my best 16 moments in 2016 :

1. Pocky Party
annisa purbandari pocky

2. Dealoka Campus Ambassador Graduation
annisa purbandari dealoka ambassador

3. IESE (Indonesia E-commerce Summit & Expo)
annisa purbandari iese

4. My Pregnancy
annisa purbandari

5. My Trip To Sydney
annisa purbandari

6. Birth of Alvaro
annisa purbandari

7. Girls In Tech Mentor Dinner with Bu Sri Widowati, head of Facebook
annisa purbandari girls in tech

8. Indosat Sharing Session
annisa purbandari

9.  Free Pass to Tech In Asia
annisa purbandari

10. WhyNot Moment Sharing Session
annisa purbandari

11. Winner in Alpha Startup Competition
annisa purbandari

12.Startup Why Not Sharing Session
seminar startup why not

13. Tapping in KTV
annisa purbandari

14. GalaDiner Student Job
annisa purbandari

15. Sharing Session in UNJ
annisa purbandari

16. Shooting One Day With kak Ollie
annisa purbandari

 

And many more…
annisa purbandari

Keep counting my blessing and enjoy this year :)

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

“Startup, Why Not ?” Sharing in Indonesia Youth Academy

seminar startup why not

It all starts with “Why me?” question and following on “Why not !”. And I think that’s why startup is happening now and it seems that every one is trying to grab this digital opportunity to be a part of the growing industry in Indonesia. Regarding to the McKinsey research, Indonesia’s digital opportunity worth USD 150 billion by 2025 (I know that’s insane, right?!).

So, on this saturday, 10th December 2016, I have got invitation to share my experience in building Student Job with Indonesia Youth Academy. Here, basically what I shared starting from why you need to start a startup, how to start a startup, how to valid your target market until how to run your own startup.

student job sharing session

It’s been a while honestly after postnatal break to start sharing and meeting highly motivated young people. (I know I am so fat, so please just ignore how fat I am while I am still breastfeeding my son). 
seminar startup why not

It was really exciting looking at many people raised their hands willing to ask questions. Since we have limited time, there were only 3 sessions with 3 questions on each session. The questions I remember are about how to find the mentor, how to get funding, how long until you finally decide your whynot moment, how to make money and how to secure your idea.

Few of the participants came from out of Jakarta. Even one of the them is Madagascar. (Yes, this is so random.) Feeling their enthusiasme has motivated me. So happy that some of them already started their own business.

seminar startup why not indonesia youth academy

I feel deeply honoured to have been invited here today and hopefully Indonesia Youth Academy is getting bigger and bigger and of course, impacting more youth lives !

Pssstt…they open registration for ASEAN Startup Accelerator, register now here

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

YouCam Makeup – Makeover Tanpa Makeup

Pertama kali nemu Apps ini di Play Store langsung jatuh hati dan bikin ketagihan ! Gimana ga, dengan YouCam Makeup kita bisa coba berbagai make up style secara virtual dan real time. Kalau kamu suka coba berbagai gaya make up, apps ini wajib kamu donwload. Dari  mulai make up gaya natural hingga cleopatra style bisa kamu aplikasikan ke wajah kamu langsung dengan kamera. Coba lipstick berbagai warna, blush on, bentuk alis hingga model rambut.

Aplikasi ini juga memungkinkan mengedit wajah melalui foto. Bila terdapat produk make up yang kamu sukai, bisa langsung membeli secara online. Tidak hanya make up, kamu juga bisa menambahkan aksesoris seperti anting dan kalung.

youcam makeup  youcam makeup

Aplikasi ini sangat cocok bagi pemula yang ingin mengetahui style make up yang tepat tanpa harus menguras kantong terlebih dahulu. Saya mencoba gaya exquisite (sebelah kanan) di bawah ini. Menariknya, lipstick yang diaplikasikan mengikuti gerak bibir sehingga seolah memang terlihat saya sedang memakai lipstick. Bandingkan dengan wajah tanpa make up di sebelah kiri.

youcam makeup       youcam makeup
Nah, bagi yang butuh cepat foto cantik tanpa perlu dandan, aplikasi ini patut dicoba :)

Bisa coba download untuk Android version dan Apple version.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Keep Moving Forward

If you said that raising start up is hard, wait until you have kids. I am telling you that raising kids is more difficult.

I was quite afraid actually having kids. It’s human being with big responsibility. Running startup might only end up at running out of money and I can go back to work anytime. But raising kids is totally different. I have to sacrifice my time, my energy even my body.

It is a serious consideration.

It all needs commitment, consistent, and collaboration with my partner. Fyi, my husband is also startup founder, and yes, we both are risk taker. We have no stable income, no financial guarantee, nothing like employee.

As founder, we can hire people (if we had enough fund) and handover some work like customer support, admin, and social media. We don’t need to do all by ourselves. We can train those staff with our standard procedures. Comparing to raising kids, it’s still easy. Seriously, I am not joking. I have been running own startup from zero until now with more than 100k monthly visits. I know exactly how it feels to set up own web, look for user and approach investor.

annisa purbandari

When I know I was pregnant, I keep doing my work (nothing’s gonna stop me). Until I have been selected into startup incubator (I was 6 months pregnant at that time), the investors asked my plan after having birth. I understand that they might worry that I would quit startup and be full time mom. I told them basically that this is my passion and I will keep doing it with or without them.

Raising kids is even more difficult. I have sleepless night changing nappy. I have to stay alert every hour even every minutes when my baby awake whether to feed or just to cuddle. Sometimes, my babe is crying loud. No one can understand except his own mother. With the mother instinct, I can recognise slowly but sure my baby cries and know how to soothe him.

And now, imagine what I am currently doing : running startup, Student Job and raising my newborn son, Alvaro, in the same time.

And I said to my self : Why Not ?

Alvaro Balapati
Fortunately, woman are great multitasking. We can switch from another task to another one easily. We can also do more than one task in the same time. It allows me to keep doing my work and taking care of my son.

People might think why I don’t give up my job and focus on my baby. I just can’t leave my babe only with my family or the nanny since he is newborn and needs breastmilk (I am expecting to have at least 1 year breastfeed) and there are some task that I need to do by my self as founder.

alvaro annisa purbandari
I wanna see my startup getting bigger across nation wide and also (of course) I don’t wanna miss watching my son growing up. I am willing to do both and to put in effort.

Having baby is teaching me to be extremely organized. I enjoy what I am doing and nothing’s gonna stop me.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Menyambut Hari Kartini : Kenapa Tokoh Superhero Lebih Banyak Pria ?

Tidak terasa sudah memasuki bulan April, sepertinya baru saja kemarin memasukin awal tahun baru 2016. Pada bulan April ini kita memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, hari lahir sang pahlawan Raden Adjeng Kartini pembela hak pendidikan perempuan Indonesia agar mendapatkan hak sama dengan pria untuk mengenyam pendidikan.

Melihat ramainya film animasi superhero di bioskop, membuat saya berpikir mengenai tokoh pahlawan dalam versi tokoh kartun atau animasi baik dari DC atau Marvel Comic. Seperti salah satu yang sedang hits dan memenuhi seluruh studio di bioskop : Batman V Superman : Dawn Of Justice, terdapat Wonder Woman.

gal gadot
Gal Gadot sebagai Wonder Woman

Bila kita perhatikan intensitas munculnya Wonder Woman yang diperankan oleh Gal Gadot jauh lebih sedikit bahkan jarang terdapat dialog dan memang bukan termasuk dalam tokoh utama yang ditampilkan dalam poster. Berbeda dengan Invisible Woman yang diperankan oleh Jessia Alba merupakan satu dari empat anggota utama Fantastic Four.

black widow
Scarlett Johansson sebagai Black Widow

Beberapa tokoh superhero perempuan terkenal lainnya seperti Black Widow yang diperankan oleh Scarlett Johansson dalam film Avengers, Storm yang diperankan oleh Halle Berry dalam film X-Men,  dan Super Girl yang diperankan oleh Mellanie Benoist dalam film Super Man.

Melihat persamaan dari seluruh tokoh superhero perempuan tersebut, saya mengambil beberapa kesimpulan bahwa mayoritas tokoh superhero :

1. Sebagai pemanis
Wonder Woman, Invisible Woman dan Black Widow bukan tokoh utama dalam film tersebut melainkan hanya sebagai pelengkap bahkan pemanis dalam film agar alur cerita lebih menarik. Peran dan kontribusi para tokoh tersebut juga tidak terlalu signifikan meski memiliki kekuatan super masing-masing.

invisible-woman
Jessica Alba sebagai Invisible Woman

2. Identik dengan tubuh sexy
Hampir seluruh tokoh superhero perempuan tersebut berpakaian terbuka atau menutupi bagian tubuh tapi ketat dan memperlihatkan lekuk tubuh seperti Invisible Woman. Seolah daya tarik muncul tokoh superhero perempuan hanya dari tampilan fisik semata.

3. Tetap sebagai makhluk lemah
Ketika Wonder Woman akhirnya muncul turut membantu pertarungan Batman dan Superman, namun citra yang ditampilkan Wonder Woman menjadi semakin lemah dan tak berdaya ketika tengah berjuang melawan monster alien. Pada akhirnya tetap sang jagoan utama yang berhasil melawan dan memenangkan pertarungan. Begitu pula pada film X-Men : The Last Stand, ketika Storm berusaha melawan Jean Grey atau Phoenix yang kemudian menjadi tak berdaya dan hanya Logan sang Wolverine yang berhasil menaklukannya.

stormHalle Berry sebagai Storm

Selain tokoh superhero yang telah disebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa tokoh lagi seperti Black Canary, Bat Girl, dan She-Hulk. But still, tokoh tersebut seolah hanya kloningan dari tokoh superhero yang sudah ada :p

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail